ARTI KELUARGA SAKINAH, MAWADAH,
WARAHMAH
By:Linta
Assalamualaikum sahabat muslimah..
Bagaimana kabar kalian? Mudah-mudahan
selalu dalam perlindungan Allah swt. Aamiin
Kali ini saya akan memberikan sedikit
arti tentang keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Sering sekali kan kita
mendengar kata-kata itu. Apa sih artinya?? Simak baik-baik ya..
Keluarga sakinah, mawadah, warahmah
adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan ketenangan,
ketentraman, kedamaian, kebahagiaan, pengayoman, perlindungan, merasakan cinta
dan kasih sayang, penghormatan, penghargaan, kepercayaan dan kebarokahan serta
senantiasa dirahmati oleh Allah SWT.
Setiap orang punya perbedaan persepsi
tentang arti kebahagiaan, sehingga masing-masing keluarga menggunakan cara dan
jalan yang berbeda dalam menggapai kebahagiaan rumah tangga.
Sebagian keluarga menilai kebahagiaan
dengan prestasi-prestasi akademik. Maka setiap anggota keluarga dipacu untuk
semangat belajar dalam rangka mencapai cita-cita akademiknya, sehingga berbagai
macam gelar bertengger pada nama-nama anggota keluarga.
Sementara keluarga yang lain
menganggap bahwa melimpahnya harta dan kekayaan dapat mengantarkan kepada
puncak kebahagiaan. Maka seluruh anggota keluarga itu pun terisipirasi untuk
merengkuh berbagai pernak-pernik dunia seperti mobil mewah, rumah bak istana
dan tampilan ala selebritis.
Sebagian lagi memandang bahwa jabatan
dan kedudukan sebagai tolak ukur kebahagiaan sehingga hidupnya terkuras hanya
untuk meraih jabatan. Bahkan tidak sedikit yang menghalalkan segala cara demi
meraih kedudukan dan jabatan itu.
Lalu apakah sebenarnya makna
kebahagiaan keluarga yang sesungguhnya? Terlebih dahulu kita simak firman
Allah:
وَعَدَ اللَّهُ
الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ
اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِ
]Surat At-Taubah 72]
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan,
(akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka
kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan
keridhaan Allah adalah lebih besar. Itu adalah keberuntungan yang besar.
Ayat di atas memberikan pemahaman,
bahwa kebahagiaan yang hakiki dan abadi serta “keberuntungan yang besar” adalah
ketika kita dapat meraih surga di akhirat nanti. Hal ini mengimspirasi
sekaligus menuntut kita untuk mampu menjadikan seluruh lingkungan kita menjadi
taman-taman surga duniawi yang mampu mengantarkan semua keluarga kita menuju
taman-taman surga ukhrowi.
Mewujudkan “BAITI JANNATI”
Setiap orang pasti menginginkan
kehidupan rumah tangganya bagaikan kehidupan di surga, maka ia harus memulainya
dari dalam rumahnya. Ketika penghuni rumahnya terdiri dari orang-orang yang
shalih dan faham agama, maka Insya Allah akan terbangun baiti jannati, rumahku
surgaku.
Tapi ketika para penghuni rumahnya
terdiri dari orang-orang yang rusak ahklaq dan agamanya, seperti istri yang
tidak taat kepada suaminya, suami yanh dhalim kepada istrinya, anak-anak yang
durhaka kepada orang tuanya, maka yang tercipta adalah rumahku nerakaku.
Na’udzubillahi min dzalik..
Untuk menciptakan suasana kehidupan
keluarga bagaikan kehidupan di surga (baiti
jannati) sebenarnya tidaklah terlalu sulit dan rumit serta memerlukan biaya
tinggi. Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai dasar pedoman yang telah mengatur
segala aspek kehidupan, keteladanan rumah tangga Rasulullah SAW. Rutin
mendengarkan nasihat, agar hati tidak keras. Cukup menjadi landasan dan panutan
serta modal bagi kita untuk menggapai kehidupan rumah tangga harapan. Kuncinya
adalah kesungguhan, keseriusan dan komitmen bersama anggota keluarga baik
bapak, ibu dan anak untuk mewujudkannya.
Sebagai upaya untuk menuju Baiti
Jannati, diantaranua adalah:
1. Mengutamakan dan menomorsatukan
urusan agama.
2. Menciptakan taman dari taman-taman
surga (pandai berdzikir).
3. Mengenalkan dan menceritakan
kenikmatan surga kepada keluarga.
Sekian arti keluarga sakinah,
mawadah, warahmah semoga berfaedah. Kurang lebihnya saya mohon maaf..
Terimakasih. Wassalamualaikum sahabat muslimah..
Komentar
Posting Komentar