Situs Cagar Budaya di Serang Banten Dijadikan Lapangan Sepakbola

Situs Cagar Budaya di Serang Banten Dijadikan Lapangan Sepakbola
By: Lavita Pratiwi

Situs Cagar Budaya di Serang Banten Dijadikan Lapangan Sepakbola

Serang - Benteng Speelwijk, sebuah situs cagar budaya karya arsitek Hendirck Lucas Cardeel pada masa Sultan Banten Abu Nashi Abduh Qohhar tahun 1672-1684 dibuat jadi lapangan sepakbola warga. Puluhan anak muda, terlihat asik bermain di tengah situs yang harusnya dilindungi tersebut.

"Udah lama jadi lapangan. biasanya juga main bola di sini. Nggak ada yang ngelarang," kata Irwan warga setempat, Kota Serang, Kamis (13/4/2017).

Benteng Speelwijk berada di Kampung Pamarican, Kelurahan Banten, Kasemen. Bangunan ini berdiri membutuhkan waktu sekitar 4 tahun dari 1681 sampai 1684. Nama Speelwijk sendiri diambil oleh sang arsitek untuk menghormati Gubernur Hindia Belanda ke 14, Cornelis Janszoon Speelman.


Dinding benteng yang terbuat dari campuran batu, pasir dan kapur setinggi 3 meter dibangun oleh buruh-buruh dari Cina. Kondisi saat ini begitu sangat memprihatinkan. Selain banyak sampah di parit-parit sekitar benteng, lapangan sepakbola juga berpotensi merusak keutuhan benteng sebagai cagar budaya.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten mengaku sudah pernah melarang Benteng Speelwijk dijadikan lapangan sepakbola. Namun, karena tidak ada unit kerja yang melarang dan membubarkan warga yang menggunakan situs untuk bermain, BPCB mengaku menyerahkan hal tersebut ke pemerintah Kota Serang.

Kantor BPCB Banten juga sebetulnya tidak memberikan izin bagi warga bermain di sana. Namun, warga di sana tidak memiliki ruang publik dan kebutuhan tersebut seharusnya dilakukan oleh pemerintah daerah.


Masalah di situs cagar budaya di Banten Lama bukan hanya Benteng Speelwijk. Di sekitar reruntuhan Keraton Surosowan  juga perlu mendapatkan perhatian. Apalagi, sampah dan pagar yang mengelilingi reruntuhan bekas tempat tinggal raja dan keluarga Kesultanan Banten rusak dan dipenuhi pedagang kaki lima.

Komentar